Loading...

Minggu, April 20, 2014

Cara Membuat Biostarter

0 komentar
Pupuk organik merupakan bahan yang telah didekomposisi menjadi unsur yang dapat diserap oleh tanaman. Kecepatan dekomposisi tegantung oleh jumlah bahan dan kondisi sekitar selain itu keberadaan mikroorganisme (yang dapat melakukan proses fermentasi) juga menentukan cepat atau tidaknya perubahan bahan menjadi pupuk. Penggunaan biostarter cukup luas selain sebagai pengkompos dapat juga diaplikasikan pada minuman ternak untuk memperlancar pencernaan dari ternak.


Prosedur Pembuatan

Bahan
1. Isi rumen sapi/kambing 1 kg
2. Tetes, atau air gula kelapa/ pasir 5 liter
3. Air sumur / sumber 50 liter

Peralatan
Ember, Jirigen atau drum plastik

Cara Membuat
1. Diambil isi rumen sebanyak 1 kg kemudian masukan ke dalam ember
2. Dicampur dengan tetes atau gula
3. Campuran tersebut ditambahkan 50 liter air
4. Masukanlah ke dalam jirigen atau drum plastik
5. Simpan ditempat teduh 3-5 hari
Cara Penggunaan
1. Sebagai pengkompos
Yaitu bistarter sebanyak 1 liter dapat digunakan untuk membuat kompos dan tape jerami sebanyak 300 kg
2. Minuman ternak
Setiap 1 liter dapat digunakan untuk 2500 liter air minum.

Sumber:
Iksan, S. B.2010. Tekologi Praktis Untuk Petani Mandiri. al-Ajdaa. Yogyakarta.
Lanjutkan Membaca ►

Sabtu, April 19, 2014

Pembuatan Pestisida Organik

0 komentar
Hama dan penyakit tanaman (HPT) merupakan masalah utama dalam pembudidayaan tanaman. Hama dan penyakit tanaman sangat dipengaruhi oleh kondisi tanaman, iklim, kondisi lahan, sitem budidaya dan jenis tanaman. Tanaman yang dipupuk tidak berimbang umumnya rentan terhadap hama dan penyakit. Kondisi yang tidak menguntungkan bagi tanaman akan membuat hama dan penyakit mudah untuk menyerang tanaman. Kesalahan budidaya juga dapat menjadi penyebab dalam terjangkitnya serangan HPT. Penggunaan pestisida umunya menjadi pilihan utama tetapi perlu diingat bahwa penggunaan pestisida harus melihat produk tanaman yang akan diaplikasi. Pengendalian HPT menggunakan pestisida umunya cenderung akan membuat hama semakin lama semakin kuat karena umumnya hama khususnya serangga memiliki mekanisme resistensi. Walaupun belum ada cara yang cepat selain menggunakan pestisida, penggunaan pestisida organik (PO) merupakan pilihan awal karena pemanfaat hasil tanaman untuk dikonsumsi. Kurangnya informasi dalam pembuatan (PO) menjadi kendala utama. Berikut merupakan cara pembuatan pestisida organik.
Cara Membuatan Pestisida Alami (organik)
Bahan
Tembakau jelek, Laos, Kunir, Sabun colek, Minyak tanah, ubi gadung, daun mindi, buah dan daun pucung, buah bengkuang, belerang, air kencing, daun londo noreh, akar pohon jenu
Peralatan
Pisau, Ember, Kompor, Panci, Saringan
Cara membuat
1. Rebus daun tembakau 1 kg dengan 4 liter air
2. Biarkan semalam
3. Campurkan buah bengkuang yang sudah ditumbuk
4. Campurkan sabun satu sendok makan
5. Campurkan minyak tanah satu sendok makan
6. Campurkan belerang
7. Campurkan lengkuas yang sudah dirajang
8. Campurakan akar pohon jenu
9. Campurkan kunir
10. Diamkan semalam lagi
11. Satu jam sebelum digunakan campurkan dengan 5 liter air
12. Campurkan yang sudah diparut
13. Pestisida siap digunakan
Sumber:
Iksan, S. B.2010. Tekologi Praktis Untuk Petani Mandiri. al-Ajdaa. Yogyakarta.
Lanjutkan Membaca ►

Jumat, April 18, 2014

Cara Buat Pupuk Organik

0 komentar
Pupuk merupakan bahan utama yang sangat dibutuhkan dalam usah tani. Petani yang sudah menggunakan pupuk subsidi telah mendapatkan kemudahan dalam pembelian pupuk dan hasil yang didapat dalam pemberian pupuk dapat terlihat cepat. Ketergantungan petani sangat rentan karena harga pupuk dapat semakin tinggi karena dengan mudah dipermainkan oleh distributor dan pengecer pupuk. Perubahan harga pupuk tergantung tingkat kerakusan oknum pupuk.


Pupuk merupakan bahan yang digunakan untuk memperbaiki kualitas tanah. Kebanyakan pupuk organik memiliki kelebihan dalam fisik. Tanah-tanah yang mengandung bahan organik memiliki sifat yang remah sehingga oksigen dapat masuk ke tanah selain itu karbondioksida dapat keluar ke atas permukaan tanah. Kelebihan lainnya yaitu tanah ini dapat mengikat air 10 kali lipat dibandingkan tanah lainnya. Peran pupuk organik dalam memperbaiki sifat fisik tanah yang membuat aerasi menjadi baik sehingga memperbaiki sifat biologi tanah dan kimia tanah. Peran yang penting dari pupuk organik dari segi kesehatan tanah dan manfaatnya terhadap tanaman membuat kebutuhan akan pupuk sangat diperlukan.

Pengetahuan yang masih sedikit akan manfaat dan cara pembuatan pupuk organik membuat kebanyakan petani masih menggunakan pupuk pabrikan yang sebenarnya memiliki kekurangan. Zat yag diberikan oleh pupuk buatan hanya apa yang tertera pada label. Pupuk urea contohnya hanya memberikan unsur N sebanyak 46% dan 54% dari urea tersebut merupakan bahan tambahan yang mungkin dapat merusak tanah dari segi fisik tanah (struktur dan tekstur), biologi tanah dan kimia tanah (tanah semakin asam). Tanaman membutuhka unsur hara makro primer (N,P,K), makro sekunder (S, Mg, Ca) dan unsur hara mikro (Na, Zn, Mn, Mo, B, Fe, Cu, Cl, Si, Co, Al. Setiap tanaman membutuhkan usurhara tersebut dan tanaman yang telah mati (terdekomposisi) dapat memberikan semua unsur hara tersebut.

Pupuk organik dapat dibuat dengan bahan kotoran ternak/manusia, tanaman, sampah-sampah dapur. Bahan tersebut belum bisa diserap tanaman apabila belum terurai. Bahan-bahan yang telah diolah akan memiliki tampilan yang tidak terlalu mengerikan dan tidak berbau karena gas amoniak telah berkurang.

Cara Pembuatan Pupuk Organik

Bahan
1. Kotoran ternak/mausia, seresah dau, sampah orgaik 300-400 kg.
2. Air 50%
3. Air Kencing 10%
4. Abu dapur 15%
5. Kapur mati 10%
6. Dedak kasar 5%
7. Bakteri 1/300
Bahan pokok ; 1,2, dan 7

Peralatan
Cagkul , Sekop, Cagkek Gembor, Ember, Plastik / Penutup campuran bahan.

Tahap Pembuatan
1. Tumpuk bahan 1 setinggi sekitar 20cm
2. Taburkan kapur, abu dapur, dedak kasar
3. Siram dengan campuran bahan 2 dan 3
4. Taburilah dengan bahan 7
5. Tumpuk bahan 1 diatasnya ulangi prosedur 1-4 demikian dan seterusnya.
6. Minimal tumpukan bahan tersebut setinggi 1 m
7. Tutup meggunakan plastik
8. Biarkan selama 1 minggu
9. Tumpukan di balik dengan cara menyisir dari atas sampai bawah kemudian tutup kembali, Kadar air harus mencukupi yaitu dengan cara mengepal pupuk dan dilepaskan pupuk bisa tercerai dan tangan sudah lembab.
10. Setelah dibalik 3 kali, diamka selama 1 minggu
11. Pupuk Organik Telah Siap digunakan

Dosis Pengguaan
Penanaman pertama 10 ton/ha ditambah 25% pupuk buatan, Penanaman kedua 10 ton/ha ditambah 20% pupuk buatan, Penanaman ketiga 10 ton/ha ditambah 15% pupuk buatan, Penanaman kelima 10 ton/ha ditambah 10% pupuk buatan, Penanaman keenam 10 ton/ha ditambah 5% pupuk buatan dan selanjutnya tanah menjadi subur.

Sumber: Iksan, S. B.2010. Tekologi Praktis Untuk Petani Mandiri. al-Ajdaa. Yogyakarta.
Lanjutkan Membaca ►

Minggu, April 13, 2014

Cara Makan Sayuran Gratis

0 komentar
Makan sayuran yang gratis mana ada apalagi di kota. :D Ayoo kita berkebun.
Kebun yang dimaksud merupakan tanaman sayur yang dibudidaya dalam pot pot kecil. Siang itu saya bersama Andrian N. (Juru masak di tongkrongan) bermaksud untuk menanam tanaman sayur di pot dan di bekas botol air mineral. Bibit yang tersisa dalam praktikum kemarin tersisa amatlah banyak jadi kami memutuskan untuk merawatnya di dalam pot ukuran kecil. Kebetulan kami ini anak kos yang tinggal tidak jauh dari lahan tempat kami praktikum, disana kami mengambil bibit sawi hanya sejimpit dari sekian banyak yang tersisa. belasa botol bekas mineral yang kami ambil dari tong sampah itu menjadi target kami tau sendiri polybag mahal cooy. rugi kalo ngandelin duit. :D
Sayur ini sebagai tambahan kami untuk sekedar memasak di kosan (klo saya numpang), kebetulan teman saya itu sebagai juru masak diantara semua teman akrab di jurusan kami. Kami sering bersama dan ini mugkin cara kami untuk menghibur diri yaitu dengan menanan sayur. Selain sebagai tambahan, sayur yang ditanam ini pasti lebih sehat karena bebas dari pestisida dijamin dan yang paling peting bagi kami adalah penggunaan cara ini dapat menekan pegeluaran akibat pembelian sayur. Sedikit senyum kan tentunya.
Tanah yang telah dimasukan dalam botol air mineral

Bibit Sawi

Botol Bekas

Dari semua bahan kita mendapatkanya secara gratis. Beruntungnya jadi mahasiswa fp agt. Buat yang ingin coba silahkan dicoba.
Lanjutkan Membaca ►

Rabu, April 09, 2014

Mengapa Transgenik dilarang

0 komentar
1. Pengaruh kesehatan pada Manusia
Tanaman transgenik dianggap sebagai tanaman yang alergen (menimbulkan alergi) kepada yang mengkosumsiya. Selain itu tanaman transgenik dianggap mampu memindahkan gen asing dari tanaman ke tubuh manusia yang mengkosumsinya. Para ilmuan menyatakan bahwa tanaman yang diproduksi massal telah melalui uji tingkat alergi dan tosisitas untuk mejamin aman dikonsumsi.


2. Pengaruh pada Lingkungan
Penggunaan tanaman transgenik dicurigai aka merukak ekosistem ligkungkugan.Tanaman jagung transgenik yang telah disisipi gen Baccillus thuringiensis (di alam sebagai musuh alami coleoptera) banyak serangga yang tidak merugikan juga ikut mati. salah satu serangga yang mati adalah kupu-kupu monarch yang memakan tanaman perdu yang tidak sengaja diserbuki oleh tanaman jagung Bt. Pada kasus tanaman jagung RR (Roundup ready) yaitu tanaman yang tahan herbisida juga dapat menyerbuki gulma-gulma disekitarnya sehingga gulma-gulma dapat tahan dengan herbisida. Dari kontroversi ini tanaman transgenik dirasa belum maksimal penggunaannya dari tanaman normal hasil pemuliaan.

3. Pengaruh Etika dan Agama
Adat di Indonesia merupakan sesuatu yang sangat sakral dan ada persembahan-persembahan tertentu yang digunakan harus spesifik seperti buah-buahan atau sayuran. Tanaman transgenik merupakan tanaman yang memiliki gen asing melalui tahap rekayasa genetik (bioteknologi). Kegiatan ini dianggap tidak terpuji karena dianggap bermain sebagai sang pencipta.

4. Pengaruh terhadap Ekonomi Global
Pengembangan tanaman transgenik membutuhkan biaya yang mahal dan hanya bisa dilakukan oleh negara maju yang memiliki dana dan ilmu yang cukup baik dalam mengembangkan tanaman ini. Negara berkembang yang terlanjur menggunakan tanaman transgenik dapat ketergantungan pada negara maju akibat penggunaan benih transgenik. Tanaman transgenik ini dapat dikembangkan memiliki gen bunuh diri, sehingga kebutuhan benih selalu impor dari negara yang bersangkutan. Kebutuhan benih yang mendasar bagi para petani tentunya akan berdampak buruk bagi perekonomian negara.

Sumber. Wikipedia 2013

Lanjutkan Membaca ►

Sabtu, April 05, 2014

Cara air masuk dalam tanaman

0 komentar

Sebelumnya kita telah megetahui apa itu potensial air. Tanaman membutuhkan air untuk mejalankan metabolisme yang reaksinya tak terhitung. Air yang diserap melalui akar ditraspirasikan oleh tanaman lebih dari 90% dan hanya sedikit saja yang disimpan dalam tubuh tanaman. Air dapat masuk melalui akar karena perbedaan potensial air yaitu potensial air pada akar lebih rendeh daripada potensial air tanah sehingga air dapat masuk. Lintasan pergeraka air dari akar menuju jarigan xylem disebut lintasan radaial pergerakan air. Pergerakan air pada lintasan ini terbagi melalui dua cara yaitu simplas (bagian hidup) dan apoplas (bagian mati).

Pergerakan air dengan cara simplas yaitu air bergerak melalui antar sel dari mulai akar hingga jaringan xylem.  Pergerakan air secara apoplas yaitu air bergerak melalui dinding sel tanaman tetapi pada saat melewati jaringan endodermis molekul air dapat terpental akibat terdapat pita casparian (bersifat hidrofobik yaitu melepas air).

Jumlah air atau kadar air yang tersedia pada tanah mempengaruhi kecepatan air yang masuk dan banyaknya air yag dapat diserap oleh tanaman. Air yang diserap melalui akar meningkat karena respon dari pembuluh xylem yang telah kehilangan air akibat dari transpirasi. Selain factor air juga dipengaruhi oleh factor lingkungan lainnya dan tanaman.

Sumber:  Lakitan, Benyamin. 2000. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. Rajawali Pers. Jakarta.
Lanjutkan Membaca ►

Senin, Maret 31, 2014

Pengendalian Antrakosa Cabai

0 komentar

Cabai merupakan komoditas yang bernilai ekonomi tinggi. Cabai termasuk tanaman keluarga Solanaceae (terong-terongan). Cabai memiliki banyak kegunaan yaitu sebagai bumbu dapur selain itu cabai mengandung zat capsaicin yang terasa pedas, zat ini berguna sebagai anti kanker dan sekarang sedang diteliti oleh para ilmuwan.

Antraknosa disebabkan oleh jamur Gloesporium piperatum, Colletotrichum capsici dan Colletotrichum gloeosporioides. Antaknosa ini memiliki sebutan yang berbeda di kebanyakan negara yaitu penyakit 'busuk matang' (Colletotrichum capsici), penyakit 'antrakosa' (Gloesporium piperatum) dan (Colletotrichum glesporioides). Jamur C. gloeosporioides ini termasuk jamur polifag (dapat menyerang lebih dari satu jenis tanaman salah satunya adalah cabai).

Gejala yang ditimbulkan pada antrakosa (Gloesporium piperatum) yaitu mula-mula terdapat bintik hitam, kemudian meluas dan melebar. Jamur ini dapat meyerang buah yang masih hijau serta dapat bertahan pada buah dan biji yang sakit.



Gejala yang ditimbulkan oleh jamur C. capsici yaitu berawal dari luka selanjutnya menjadi busuk lunak. Serangan yang berat dapat menyebabkan tanaman mengering seperti jerami. Jamur ini juga dapat menyerang batang dan daun tetapi tidak menimbulkan masalah yag berarti tetapi dari sinilah awal terjadinya penyakit.

Umumnya jamur akan sangat berkembang dengan baik pada kelembaban yang tinggi dan tanaman retan terhadap jamur ini.

Berbicara tetang pengendalian cara apakah yang paling cocok mengendalikan jamur jenis ini?

Pencegahan lebih baik daripada mengobati ini adalah kata yag sering terdengar. Pencegahan dilakukan dari mulai persiapan lahan, benih, pegolahan tanah, persemaian, penanaman, pemupukan, panen dan pascapanen harus dilakukan secara benar.

1. Persiapan lahan
Pemilihan lahan yang bersih dari patogen jenis ini yaitu dengan melihat sejarah lahan, hama dan penyakit tanaman (HPT) cabai sering kali sama dengan tanaman lain yang umumya karena masih kerabat dekat tanaman tersebut. Apabila terdapat gulma dapat disemprot dengan herbisida dengan bahan aktif isopropil amina glifosfat.

2. Pengolahan lahan
Pengolahan lahan ini yaitu dengan membuat drainase yang baik. Jika lahan pada lereng maka bedeng harus sejajar dengan lereng ini dimaksudkan agar air hujan yang turun langsung turun.

3. Persemaian
Cabai yang disemai sebaiknya menggukan benih yang bersertifikat agar terjaimin kualitasnya dari hpt dan dari sisi agronomi menguntugkan. Secara umum benih sehat yang terkena antraknosa dan tidak terlihat sama.

Benih Sakit
 Benih Sakit
Benih Sehat


4. Penyiangan
penyiangan dimaksudkan mencegah penyebaran yang lebih luas dari jamur ini. Tanaman yang terinfeksi sebaiknya dimusnahkan dengan cara membakarnya.

5. Pemupukan
Pemupukan yang berimbangan dapat menjadikan tanaman resisten terhadap HPT.

6. Panen
Pemanenan dilakukan pada siang hari dimaksudkan agar tanaman tidak lembab akibat embun selain itu pemanenan harus dengan cara pemilihan cabai dengan memisahkan tanaman yang berkualitas bagus dan yang terserang penyakit. agar menghindari perluasan penyakit.

7. Pascapanen
Setelah melalui pemanenan cabai yang telah dipetih dimasuka kedalam kantong-kantong berukuran kecil agar taman tidak rusak dalam pengangkutan.
Lanjutkan Membaca ►
 

Copyright © Agronomist Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger